welcome

Selamat datang dan Selamat bergabung ... Selamat datang dan Selamat bergabung ...Selamat datang dan Selamat bergabung

Selasa, 01 Juli 2008

Sistem Komunikasi Pembangunan

Sistem Komunikasi Pembangunan
Dalam proses komunikasi pembangunan maka fungsi komunikasi adalah sebagai salah satu di antara sub sistem dalam sistem pengelolaan perubahan (Change Management System), yaitu :
 Sub sistem organisasi (organizational sub system);
 Sub sitem komunikasi (communication sub system);
 Sub sistem tujuan perubahan (change target sub system).
Mekanismenya : organisasi sebagai bentuk ikatan dan subsistem merupakan input yang penting, komunikasi sebagai pengolah (processor)nya dan change target sub system sebagai outputnya. Bagaimana output sangat ditentukan oleh komunikasi sebagai prossercornya.
Setiap komunikasi pembangunan menginginkan adanya perubahan nilai ataupun penggunaan suatu nilai lama untuk tujuan yang baru. Perubahan dalam nilai maupun dalam tujuan dengan sendirinya akan menginginkan perubahan sikap (attitude change) dari setiap anggota masyarakat. Salah atu syarat yang terpenting dari komunikasi pembangunan adalah bahwa motivasi penduduk harus diketahui untuk dimanfaatkan dan dikaitkan dengan idea pembangunan. Berdasarkan motivasi tersebut akan menentukan sikap yaitu predisposisi seseorang untuk menilai suatu lambang atau objek ataupun aspek hidupnya dalam nilai yang menguntungkan atau pun merugikan. Apabila penilaian ini diadakan secara tersusun maka akan terbentuklah sistem nilai. Melalui komunikasi sosial maka komunikator akan cepat mengetahui apa yang merupakan motivasi pokok dari komunikan (baik perseorangan maupun kelompok).
Sesuai dengan motivasinya maka manusia akan membentuk sikapnya terhadap idea pembangunan pula dan memberi atau pun menolak pemberian partisipasinya. Pembentukan sikap merupakan hasil dari pengalaman, maka proses penerimaan sikap yang baru terjadi melalui proses belajar, yaitu mengadakan penyesuaian individu terhadap kelompok ataupun setelah melalui proses balajar memahami dalam jangka waktu yang panjang.

Komunikasi Pembangunan merupakan suatu kegiatan atau suatu proses yang menginginkan perubahan besar-besaran dalam sikap, mental dan tingkah laku manusia. Perubahan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan teknik-teknik berikut :
 Teknik persuasi (persuasion technique)
 Teknik pengadaan situasi sedemikian rupa sehingga orang terpaksa secara tidak langsung mengubah sikapnya (compulsion technique)
 Teknik dengan mengulang apa yang diharapkan akan masuk dalam bidang bawah sadar seseorang sehingga ia mengubah sikap diri sesuai dengan apa yang diulang (pervasion technique)
memaksa secara langsung pengadaan perubahan sikap, dengan dengan hukuman fisik ataupun materi (coersion technique)
Perubahan-perubahan dalam pembangunan menimbulkan impact communication pembangunan. Untuk mengubah mental, sikap ataupun tingkah laku seseorang tidaklah mudah.

Apabila hanya dititikberatkan pada unsur teknis komunikasinya saja dan kurang memperhatikan faktor paling penting dan menentukan (yaitu manusianya itu sendiri) maka banyak kemungkinan tujuan komunikasi pembangunan akan gagal. Tetapi sebaliknya apabila kurang memperhatikan segi-segi teknis komunikasinya saja, maka komunikasi pembangunan ada kemungkinan akan gagal juga. Maka semuanya itu tergantung pada situasi yang dihadapi.

Komunikasi Pembangunan harus didahului oleh pengadaan suatu favourable mental climate ataupun predisposisi, kesediaan untuk menerima message komunikasi pembangunan itu sendiri. Komunikasi Pembangunan bertujuan atau akan mengakibatkan perubahan sosial besar-besaran. Hal ini berarti modernisasi atau kemajuan, tetapi masyarakat tidak akan menerima atau mau berpartisipasi apabila inti isi message tadi tidak dipahami, tidak dirasakan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhannya, sehingga tidak akan sampai kepada taraf motivasi.

Sistem Komunikasi Pembangunan harus melihat pula, bahwa pada umumnya di setiap negara berkembang, disamping ada komunikasi massa yang modern, masih juga terdapat suatu sistem komunikasi tradisional. Untuk itulah komunikasi pembangunan harus memperhitungkan adanya “firs-step flow” dan “second-step flow” dalam proses komunikasinya tersebut. Dalam hal ini arti pentingnya para informal leaders ataupun para opinion leaders.

Komunikasi Pembangunan juga adalah suatu proses pendidikan dalam arti luas, dalam arti pembangunan modern yang mengusahakan agar didapat suatu pendidikan dan kehidupan yang berbeda dari anak didiknya dengan orang tuanya. Komunikasi pembangunan adalah juga komunikasi perubahan, yang menghendaki perubahan dalam kebudayannya. Setiap pendidikan kearah perubahan sikap dan mental tidak dapat melepaskan diri dari lingkungan kebudayaannya.

Komunikasi Pembangunan untuk mengadakan perubahan masyarakat tidak dapat dijalankan denga seragam, melainkan harus melihat masyarakat sebagai kesatuan komunitas yang heterogen dan harus diadakan pendekatan ekosistem dengan berbagai pendekatan multidisipliner yang dapat menunjang bagian-bagian yang “action-oriented” dan “goal-directed”.

Inti dari komunikasi pembangunan adalah “planning in advance”, memperhitungkan bahwa setiap tahap perkembangan (sebagai akibat perubahan) akan mengakibatkan arus komunikasi dan informasi yang lain, dengan akibat bahwa perencanaan sudah harus siap dengan kegiatan komunikasi sesuai dengan yang dibutuhkan oleh situasi yang baru. Perencanaan dalam komunikasi pembangunan tidak cukup hanya satu kegiatan komunikasi untuk satu tahap/rencana. Setiap tahap harus merupakan suatu rencana perhitungan dalam “longterm project”, sehingga komunikasi pembangunan berarti juga Perencanaan dalam komunikasi .
Menurut Daniel Lerner bahwa : “komunikasi untuk pembangunan termasuk bentuk komunikasi yang tersukar apalagi bila pembangunan harus dilakukan melalui proses demokrasi ... “
Untuk menjawab pernyataan Lerner tersebut maka harus mengoptimalkan media massa : seberapa jauhkah media massa (demi pemenuhan hak eksistensinya) dalam suatu masyarakat berkembang, bagaimana media massa menjalankan fungsinya dalam komunikasi pembangunan.

Peranan media massa dalam setiap masyarakat membangun dirasakan semakin meningkat, terutama dalam pengaruhnya terhadap unsur-unsur yang dapat menyebar idea pembangunan lebih lanjut. Menurut Harold D. Lasswell dalam buku Communication Research ang Public Policy menyebutkan bahwa media massa makin bertambah pengaruh dan kekuasaanya dan bersama pemerintah mengadakan “shaping and sharing of power” pada tahap “surveillance” dan “interpretation” dengan sub tahap sebagai berikut :
 policy processes and planning, tahap yang sangat berpengaruh dalam pembentukan sikap dan sistem nilai baru. Tahap ini adalah tahap pengumpulan dan penyebaran intelegensi kepada pemerintah maupun pejabat dan petugasnya.
 prescribing phase, tahap pernyataan dengan cara bagaimana (dan norma-norma apa) idea pembangunan dapat disebar-luaskan dan dihayati masyarakat.
 involving phase, tahap pemberian informasi kepada pelaksana/pejabat tentang bagaimana pelaksanaan sesungguhnya dalam usaha memperoleh partisipasi masyarakat.
 application phase, tahap bagaimana penerimaan selanjutnya oleh masyarakat : apakah hanya dalam tahap percobaan/permulaan ataukah idea dan cara baru dilaksanakan selanjutnya juga sehingga tujuan pembangunan tercapai.
 terminating function, dalam kegiatan tentang pelaksanaan sebenarnya dari idea pembangunan diadakan penilaian kembali oleh mass media dengan menyarankan apa yang sebaiknya diperbaiki, ditiadakan ataupun dirubah pelaksanaannya, dan lain-lain.
 appraisal phase, mengadakan penilaian terakhir/total terhadap hasil pembagian sebagai keseluruhan atas masyarakat seluruhnya.

Dari pernyataan Lasswell dan Lerner tersebut maka fungsi dari media massa dalam komunikasi pembangunan menginginkan pengetahuan, ketelitian, kesabaran, dan keahlian yang luas. Kebiasaan media “dikejar waktu” (newsvalue) dalam tugas komunikasi pembangunan harus direm, karena yang menjadi masalah bukan siapa yang pertama memberitakan sesuatu tetapi bagaimana sesuatu itu diberitakan dan bagaimana pengaruhnya.
Untuk hal ini maka diperlukan penganalisaan dan penelitian media massa sesuai dengan analisa fungsi sebagai berikut :
 Analisa Media (Media Analysis) : Apakah akibat dari bentuk/kegiatan komunikasi terhadap individu/sub-kelompok kepada siapa pesan ditujuakan, mengingat bahwa masyarakat luas adalah : (1) heterogen; (2) anonim. Bagaimanakah pesan disebar-luaskan melalui lembaga dan organisasi yang kompleks dan mahal.
 Fungsi Sosial Media (Media’s Social Function) : apakah media dengan penyebaran pesan memenuhi kebutuhan individu dan kelompok komunikannya.
 Analisa Lembaga (Institutional Analysis) : bagaimanakah organisasi media dalam melaksanakan tugasnya.
 Analisa Kegiatan Dasar Komunikasi (Basic Communication Activities) :

Bagaimanakah cara suatu lembaga pengumpul dan penyebar informasi mengumpulkan dan menyebarkan informasinya (=surveillance)
Bagaimanakah lembaga demikian mengadakan interpretasi terhadap informasi tersebut (=correlation)
Bagaimanakah teknik penyebaran informasi dilakukan (=transmission)
Menurut Dexter dan White bahwa setiap kegiatan komunikasi oleh media massa mempunyai fungsi dalam masyarakatnya (halmana ditentukan oleh tahap perkembangan masyarakat) dengan penyebaran suatu informasi, yaitu :
 Memberitahukan terlebih dahulu akan suatu ancaman/bahaya (warning)
 Merupakan alat dalam kemajuan dan memajukan masyarakatnya (instrumental)
 Merupakan alat yang harus membantu masyarakatnya dalam memajukan kebudayannya (cultural)

1 komentar:

setyo adjie mengatakan...

trims atas informasinya. salam kenal

Main game yuk !

Sorry, you will need the <a href="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer/" target="_blank">Flash Player</a> to play this game.
Add Games to your own site

Saran dan Masukan

Bagi anda yang ingin berbagi, memberikan masukan, komentar, pertanyaan, mengirim artikel & ingin ditayangkan, silahkan kirim ke ajias66@gmail.com.