welcome

Selamat datang dan Selamat bergabung ... Selamat datang dan Selamat bergabung ...Selamat datang dan Selamat bergabung

Selasa, 01 Juli 2008

Faktor-faktor pendukung ethos

Faktor-faktor pendukung ethos ;

Yaitu penentuan komunikan terhadap ethos komunikator tidak didasarkan suatu faktor, tetapi tertumpu pada beberapa faktor secara bersama-sama mempengaruhi keputusan komunikan mengenai competence, integrity, dan goodwill dari komunikator dan tentu menentukan terhadap ethosnya. Dalam hal berhubungan dengan setiap faktor komunikator harus mengadakan pilihan. Sukses komunikator akan ditentukan oleh kemampuan dalam mengadakan pilihan yang akan meningkatkan ethosnya dalam mata komunikan. Adapun faktor-faktor pendukung ethos itu meliputi :
 Persiapan (preparation), komunikator telah mengadakan persiapan diketahui melalui penyajian argumentasinya, telah dikuasai semua masalah dengan seksama, referensi dan jelas terpercaya bagi sumber bahan.
 Kesungguhan ( seriousness), sebagai contoh ini adalah Perdana Menteri Inggris masa Perang Dunia II, Winston Churcill yang kalau berpidato selalu menggunakan humor, tetapi ia berhati-hati tidak sampai menimbulkan kesan bahwa ia tidak serius dalam menghadapi perang atau masalah politik.
 Ketulusan (sincerity), yaitu membawa kesan pada audience sebagai orang yang tulus hatinya dan perbuatannya, maka ia hati-hati untuk menghindarkan kata-kata yang membawa audience ke arah kecurigaan akan ketidaktulusannya.
 Kepercayaan (confidence), yaitu penguasaan diri dan situasi secara sempurna. Tidak gugup, kaku, tetapi tidak sedikitpun menyombangkan diri. Sebagai contoh pada saat Kampanye Pemilihan Presiden USA masa Perang Dunia II, Jhon Dewey memberikan jawaban panjang lebar atas kesanggupannya menangani masalah ekonomi dan perang serta kesan merasa pasti akan menang, sedang Franklin Delano Roosevelt tidak mempunyai jawaban bagi semua problemnya tetapi wajah cerah yang mengandung kepercayaan kepada dirinya telah menolong sebagai kelebihan untuk meyakinkan para pemilihnya bahwa ia dapat menangani segala masalahnya.
 Ketenangan (poise), yaitu audience akan cenderung mempercayai pembicara yang tenang, santai dalam situasi sosial pada pidatonya, dan mempunyai kesadaran akan keramahan yang memadai bagi peristiwa pidatonya.
 Keramahan (friendship), komunikator harus menunjukkan dirinya sebagai sahabat atau setidaknya menunjukkan rasa hormat.
 Kesederhanaan (moderation) , komunikan akan menaruh kepercayaan pada komunikator yang sederhana pernyataannya, sederhana gerak tubuhnya tidak deklaratoris.
Termasuk ethos komunikator ialah sikap mentalnya yang tercerminkan dalam tingkah lakunya sebagaimana digambarkan secara skematik oleh Prof. Harry Ingham dan terkenal sebagai Johari Window (Jendela Johari), yaitu :



Berdasarkan konsep Jendela Johari tersebut tingkah laku komunikator dapat terlihat :
Area I, Open Area (Bidang Terbuka), menunjukkan keterbukaan, yaitu segala kegiatan yang dilakukan komunikator disadari baik oleh dirinya sendiri maupun orang lain.
Area II, Blind Area (Bidang Buta), perbuatan komunikator diketahui orang lain tapi dirinya sendiri tidak menyadari apa yang dilakukan.
Area III, Hidden Area (Bidang Tersembunyi), komunikator menyadari betul apa yang dilakukannya tetapi orang lain tidak mengetahuinya karena komunikator bersifat tertutup.
Area IV, Unknown Area (Bidang Tak Dikenal), tingkah laku komunikator sendiri tidak disadarinya juga tidak diketahui orang lain.
Seorang komunikator yang baik akan selalu menjaga ethosnya selalu meningkat dengan mempersiapan strategi komunikasi dengan matang. Dalam hal ini ada pameo : Qui ascendit sine labore, Descendit sine honore (Siapa yang naik tanpa kerja, akan turun tanpa kehormatan). Kalau dianalogkan dalam komunikasi, maka : Siapa yang berkomunikasi tanpa persiapan, akan memperoleh kegagalan.
Petunjuk kiat-kiat untuk meningkatkan ethos menurut Dan B. Curtis, James J. Floyd, & Jerry L. Winsor dalam buku ‘Komunikasi Bisnis Dan Profesional’, yaitu :
Ketahuilah pokok persoalan Anda. Dapatkanlah informasi, bersifat akurat, dan milikilah kecakapan umum.
Buatlah pernyataan-pernyataan jujur mengenai diri Anda sendiri yang memberi tahu penyimak tentang kemampuan, keahlian, dan pengalaman Anda.
Merujuklah pada pengetahuan Anda mengenai orang-orang yang dihormati dan dikagumi para panyimak Anda dan pada interaksi Anda dengan orang-orang tersebut.
Tertariklah pada masalah kebutuhan, nilai, dan sikap penyimak Anda, ingatlah bahwa orang-orang ingin merasa dihargai dan dihormati.

Tidak ada komentar:

Main game yuk !

Sorry, you will need the <a href="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer/" target="_blank">Flash Player</a> to play this game.
Add Games to your own site

Saran dan Masukan

Bagi anda yang ingin berbagi, memberikan masukan, komentar, pertanyaan, mengirim artikel & ingin ditayangkan, silahkan kirim ke ajias66@gmail.com.