10. Manusia sebagai alat (instrument)
Dalam penelitian kualitatif peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama. Hal ini dikarenakan perlunya ada penyesuaian dilapangan yang hanya dapat di lakukan oleh peneliti sendiri, dan hanya manusia yang dapat berhubungan dengan responden atau objek lainnya, dan hanya manusia yang dapat memahami kenyataan di lapangan.
Untuk menghindari peneliti menjadi factor pengganggu maka peneliti harus dapat beradaptasi dengan objek penelitian/masyarakat, yang dikenal dengan penelitian dengan peran serta (participant-observation).
11. Latar Alamiah
Hal yang diteliti haruslah berlatar ilmiah, dan pada konteks dari suatu keutuhan (entity). Karena menurut Lincoln dan Gube (1985-39) ontology alamiah menghendaki adanya kenyataan-kenyataan sebagai suatu keutuhan yg tidak dapat dipahami jika dipisahkan dari konteksnya. Dengan asumsi ;
1. tindakan pengamatan mempengaruhi apa yang dilihat, maka peneliti harus menjaga keutuhan penelitian untuk pemahaman.
2. konteks berarti dan dapat menentukan apakah dapat mempengaruhi konteks yang lain-nya(diteliti proses saling mempengaruhi).
3. sebagian nilai kontekstual bersifat determinatif terhadap apa yang akan di cari.
Sebagai contoh jika peneliti meneliti tentang mahasiswa kedokteran maka peneliti harus mengikuti subjek-nya seperti masuk ruang kuliah, lab, RS, tempat Mhs berkumpul, asrama, tempat pertemuan lain-nya.
Blog berisi artikel dan bahan perkuliahan Komunikasi, dengan harapan dapat membantu rekan mahasiswa dalam studi ilmu komunikasi di kampus manapun anda berada.
welcome
Tampilkan postingan dengan label Penelitian Kualitatif Kangazi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penelitian Kualitatif Kangazi. Tampilkan semua postingan
Senin, 26 Oktober 2009
11 CIRI PENELITIAN KUALITATIF 6-9
6.Desain yang bersifat Sementara
Peneliti kualitatif membuat disain yang terus menerus disesuaikan dengan kenyataan di lapangan, dan tidak menggunakan desain yang ketat dan kaku yg tidak dapat dirubah. Karena beberapa hal ;
a. Kenyataan dilapangan tidak dapat dibayangkan.
b. Tidak dapat diramalkan apa yang akan terjadi dalam interaksi antara peneliti dengan kenyataan.
c. Adanya bermacam system nilai yang tidak dapat diramalkan sebelumnya.
Dengan kata lain desain khusus dapat dicipatakan tetapi dapat berubah menyesuaikan dengan yang terjadi dilapangan.
7.Adanya Kriteria khusus untuk keabsahan data
Menurut Lincoln dan Guba (1985:43) mendefinisikan validitas, reliabilitas dan objektivitas dalam versinya yang berbeda dengan beberapa alasan ;
a. Validitas cara lama telah gagal karena menggunakan isomorfisme antara hasil penelitian dan kenyataan tunggal dimana penelitian dapat dikonvergensikan.
b. Validitas eksternal gagal Karena tidak taat asas dengan aksioma dasar dari generalisasinya.
c. Criteria Realibilitas gagal karena mempersyaratkan stabilitas dan keterlaksanaan secara mutlak dan keduanya tidak mungkin digunakan dalam paradigma yang didasarkan atas desain yang dapat berubah-ubah.
d. Criteria objektivitas gagal karena penelitian kuantitatif justru memberi kesempatan interaksi antara peneliti-responden dan peranan nilai. Maka pemeriksaan keabsahan data criteria khususnya sebagai yang di uraikan.
8.Analisis data secara induktif
Penelitian kualitatif menggunakan analisis data secara induktif. Karena beberapa hal ;
a. Proses induktif lebih menemukan kenyataan-kenyataan seperti yang terdapat dalam data.
b. Analisa induktif dapat menghasilkan hubungan peneliti-responden menjadi eksplisit, dapat dikenal dan akuntabel.
c. Analisa ini dapat menguraikan latar secara penuh dan dapat membuat keputusan-keputusan tentang dapat tidak-nya pengalihan pada suatu latar lainnya.
d. Analisa induktif dapat memperhitungkan nilai-nilai secara eksplisit sebagian dari struktur analitik.
9. Metode Kualitatif
Adalah metode yang menggunakan metode pengamatan, wawancara, atau penelaahan dokumen. Metode ini digunakan dengan beberapa pertimbangan ;
a. Metode ini akan lebih mudah jika dilapangan bertemu dengan kenyataan jamak.
b. Metode ini menyajikan secara langsung hakikat bubungan antara peneliti dan responden
c. Metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama terhada pola-pola nilai yang dihadapi.
Peneliti kualitatif membuat disain yang terus menerus disesuaikan dengan kenyataan di lapangan, dan tidak menggunakan desain yang ketat dan kaku yg tidak dapat dirubah. Karena beberapa hal ;
a. Kenyataan dilapangan tidak dapat dibayangkan.
b. Tidak dapat diramalkan apa yang akan terjadi dalam interaksi antara peneliti dengan kenyataan.
c. Adanya bermacam system nilai yang tidak dapat diramalkan sebelumnya.
Dengan kata lain desain khusus dapat dicipatakan tetapi dapat berubah menyesuaikan dengan yang terjadi dilapangan.
7.Adanya Kriteria khusus untuk keabsahan data
Menurut Lincoln dan Guba (1985:43) mendefinisikan validitas, reliabilitas dan objektivitas dalam versinya yang berbeda dengan beberapa alasan ;
a. Validitas cara lama telah gagal karena menggunakan isomorfisme antara hasil penelitian dan kenyataan tunggal dimana penelitian dapat dikonvergensikan.
b. Validitas eksternal gagal Karena tidak taat asas dengan aksioma dasar dari generalisasinya.
c. Criteria Realibilitas gagal karena mempersyaratkan stabilitas dan keterlaksanaan secara mutlak dan keduanya tidak mungkin digunakan dalam paradigma yang didasarkan atas desain yang dapat berubah-ubah.
d. Criteria objektivitas gagal karena penelitian kuantitatif justru memberi kesempatan interaksi antara peneliti-responden dan peranan nilai. Maka pemeriksaan keabsahan data criteria khususnya sebagai yang di uraikan.
8.Analisis data secara induktif
Penelitian kualitatif menggunakan analisis data secara induktif. Karena beberapa hal ;
a. Proses induktif lebih menemukan kenyataan-kenyataan seperti yang terdapat dalam data.
b. Analisa induktif dapat menghasilkan hubungan peneliti-responden menjadi eksplisit, dapat dikenal dan akuntabel.
c. Analisa ini dapat menguraikan latar secara penuh dan dapat membuat keputusan-keputusan tentang dapat tidak-nya pengalihan pada suatu latar lainnya.
d. Analisa induktif dapat memperhitungkan nilai-nilai secara eksplisit sebagian dari struktur analitik.
9. Metode Kualitatif
Adalah metode yang menggunakan metode pengamatan, wawancara, atau penelaahan dokumen. Metode ini digunakan dengan beberapa pertimbangan ;
a. Metode ini akan lebih mudah jika dilapangan bertemu dengan kenyataan jamak.
b. Metode ini menyajikan secara langsung hakikat bubungan antara peneliti dan responden
c. Metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama terhada pola-pola nilai yang dihadapi.
11 CIRI PENELITIAN KUALITATIF
11 CIRI PENELITIAN KUALITATIF
Bogdan & Biklen (1982:27-30) mengajukan lima buah ciri kualitatif
Lincoln & Guba (1985:30-44) mengulas sepuluh buah cirri kualitatif
Dibawah ini merupakan hasil pengkajian dan sintesis kedua-nya.
1.Teori Dasar (Grouded Theory)
Arah bimbingan teori kualitatif adalah penyusunan substantive berasal dari data, karena :
a. tidak ada teori apriori yg dapat mencakup kenyataan-kenyataan yang banyak terjadi
b. peneliti mempercayai yang dilihat sehingga berusaha senetral mungkin
c. teori dasar lebih dapat responsive terhadap nilai kontekstual.
Analisa induktif, bahwa upaya pencarian data bukan untuk membuktikan hipotesa yg telah dirumuskan sebelum penelitian. Analisa ini lebih merupakan pembentukan abstraksi berdasarkan bagian-bagian yg telah dikumpulkan, kemudian di kelompok-kan; jadi penyusunan teori disini berasal dari bawah ke atas (grouded theory. Yaitu dari sejumlah data yang banyak dikumpulkan dan saling berhubungan.
Jika peneliti merencanakan untuk menyusun teori, arah penyusunan teori tersebut akan menjadi jelas sesudah data dikumpulkan. Jadi peneliti menyusun dan membuat gambaran yang makin menjadi jelas sementara data di kumpulkan dan bagian-bagiannya di uji.
“lebih focus pada penyusunan kesimpulan data /abstrak ?”
2.Deskriptif
Data yang terkumpul adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Hal itu merupakan penerapan dari metode kualitatif. Semua data yang ada dapat menjadi kunci terhadap apa yg diteliti.
Laporan penelitian berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut, dapat berupa dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, videotape, dokumen pribadi, catatan atau memo, dan dokumen resmi lainnya. Peneliti kemudian menganalisa data yang sangat kaya tersebut dan sejauh mungkin dalam bentuk aslinya. Hal ini hendaknya dilakukan seperti orang merajut sehingga tiap bagian di telaah satu demi satu.
Pertanyaan dengan kata Tanya mengapa, alasan apa dan bagaimana terjadinya akan senantiasa dimanfaatkan peneliti. Dan tidak memandang sesuatu itu sudah demikian adanya.
3.Lebih mementingkan Proses dari Pada Hasil
Hal ini disebabkan oleh hubungan bagian-bagian yang sedang diteliti akan jauh lebih jelas apabila diamati dalam proses. Bordan dan Biklen (1982:29) memberikan contoh ; seorang peneliti yang menelaahsikap guru terhadap jenis siswa tertentu. Peneliti mengamatinya dalam hubungan kegiatan sehari-hari, kemudian menjelaskan tentang sikap yang diteliti. Dengan kata lain, peranan proses dalam penelitian kualitatif besar sekali.
4.Hasil Penelitian dirundingkan dan disepakati bersama
Penelitian kualitatif menghendaki pengertian dan interpretasi dirundingkan dan disepakati oleh manusia yang dijadikan sumber data. Hal ini disebabkan beberapa hal ;
a. susunan kenyataan dari merekalah yang akan diangkat oleh peneliti.
b. Hasil penelitian bergantung pada hakikat dan kualitas hubungan antara pencari dengan yang dicari.
c. Konfirmasi hipotesa kerja akan menjadi lebih baik verifikasinya apabila diketahui dan dikonfirmasikan oleh orang-orang yang ada kaitannya dengan yang diteliti.
5.Adanya Batas yang ditentukan oleh fokus
Adanya batas karena beberapa hal ;
a. batas menentukan kenyataan jamak kemudian mempertajam focus
b. penetapan focus dapat lebih dekat dihubungkan oleh interaksi antara peneliti dan focus.
ref.
Metode Penelitian Kualitatif
Edisi revisi, Prof. Dr. Lexi J. Moleong, M.A.
Rosdakarya, 2006
Bogdan & Biklen (1982:27-30) mengajukan lima buah ciri kualitatif
Lincoln & Guba (1985:30-44) mengulas sepuluh buah cirri kualitatif
Dibawah ini merupakan hasil pengkajian dan sintesis kedua-nya.
1.Teori Dasar (Grouded Theory)
Arah bimbingan teori kualitatif adalah penyusunan substantive berasal dari data, karena :
a. tidak ada teori apriori yg dapat mencakup kenyataan-kenyataan yang banyak terjadi
b. peneliti mempercayai yang dilihat sehingga berusaha senetral mungkin
c. teori dasar lebih dapat responsive terhadap nilai kontekstual.
Analisa induktif, bahwa upaya pencarian data bukan untuk membuktikan hipotesa yg telah dirumuskan sebelum penelitian. Analisa ini lebih merupakan pembentukan abstraksi berdasarkan bagian-bagian yg telah dikumpulkan, kemudian di kelompok-kan; jadi penyusunan teori disini berasal dari bawah ke atas (grouded theory. Yaitu dari sejumlah data yang banyak dikumpulkan dan saling berhubungan.
Jika peneliti merencanakan untuk menyusun teori, arah penyusunan teori tersebut akan menjadi jelas sesudah data dikumpulkan. Jadi peneliti menyusun dan membuat gambaran yang makin menjadi jelas sementara data di kumpulkan dan bagian-bagiannya di uji.
“lebih focus pada penyusunan kesimpulan data /abstrak ?”
2.Deskriptif
Data yang terkumpul adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Hal itu merupakan penerapan dari metode kualitatif. Semua data yang ada dapat menjadi kunci terhadap apa yg diteliti.
Laporan penelitian berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut, dapat berupa dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, videotape, dokumen pribadi, catatan atau memo, dan dokumen resmi lainnya. Peneliti kemudian menganalisa data yang sangat kaya tersebut dan sejauh mungkin dalam bentuk aslinya. Hal ini hendaknya dilakukan seperti orang merajut sehingga tiap bagian di telaah satu demi satu.
Pertanyaan dengan kata Tanya mengapa, alasan apa dan bagaimana terjadinya akan senantiasa dimanfaatkan peneliti. Dan tidak memandang sesuatu itu sudah demikian adanya.
3.Lebih mementingkan Proses dari Pada Hasil
Hal ini disebabkan oleh hubungan bagian-bagian yang sedang diteliti akan jauh lebih jelas apabila diamati dalam proses. Bordan dan Biklen (1982:29) memberikan contoh ; seorang peneliti yang menelaahsikap guru terhadap jenis siswa tertentu. Peneliti mengamatinya dalam hubungan kegiatan sehari-hari, kemudian menjelaskan tentang sikap yang diteliti. Dengan kata lain, peranan proses dalam penelitian kualitatif besar sekali.
4.Hasil Penelitian dirundingkan dan disepakati bersama
Penelitian kualitatif menghendaki pengertian dan interpretasi dirundingkan dan disepakati oleh manusia yang dijadikan sumber data. Hal ini disebabkan beberapa hal ;
a. susunan kenyataan dari merekalah yang akan diangkat oleh peneliti.
b. Hasil penelitian bergantung pada hakikat dan kualitas hubungan antara pencari dengan yang dicari.
c. Konfirmasi hipotesa kerja akan menjadi lebih baik verifikasinya apabila diketahui dan dikonfirmasikan oleh orang-orang yang ada kaitannya dengan yang diteliti.
5.Adanya Batas yang ditentukan oleh fokus
Adanya batas karena beberapa hal ;
a. batas menentukan kenyataan jamak kemudian mempertajam focus
b. penetapan focus dapat lebih dekat dihubungkan oleh interaksi antara peneliti dan focus.
ref.
Metode Penelitian Kualitatif
Edisi revisi, Prof. Dr. Lexi J. Moleong, M.A.
Rosdakarya, 2006
Langganan:
Postingan (Atom)
Main game yuk !
|
|
|
| Add Games to your own site | |
Saran dan Masukan
Bagi anda yang ingin berbagi, memberikan masukan, komentar, pertanyaan, mengirim artikel & ingin ditayangkan, silahkan kirim ke ajias66@gmail.com.